Saturday, 24 August 2013

Terhapus Mendung

       Hari ini betul  betul mendung . Pagi yang seharusnya cerah ceria,penuh dengan tawa dari Meylisa.Sekarang jadi sangat sunyi.Hari makin mendung saja.Tak lama setelah itu turunlah hujan .Meylisa tampak murung karena seharusnya hari ini dia bertemu dangan teman teman di tempat les musiknya,tapi sekarang jadi tak bisa  bertemu karena hujan yang begitu deras.Meylisa hanya terdiam murung dalam kamarnya.tak melakukan apa apa. Meylisa mulai bosan.Lalu dia melaksanakan shalat dhuha dan keluar dari kamar menghampiri  papanya yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran.
       Papanya menyarankan agar Meylisa memainkan piano peninggalan kakeknya. Meylisa tampak bingung menanggapi perkataan papanya itu ,setahu Meylisa di rumah tak ada piano. Akhirnya papa menerangkan pada Meylisa bahwa sesungguhnya kakek Meylisa mewariskan pada papanya itu sebuah piano.Lalu Meylisa menanyakan keberadaan piano itu .Papa mengatakan bahwa piano itu ada di dalam gudang.Meylisa langsung bergegas menuju gudang di iringi senyum dari papanya itu.
       Sesampainya di gudang itu Meylisa melihat sebuah benda yang cukup besar  tertutup oleh kain kelambu berwarna putih di hadapannya.Dia merasa penasaran dan langsung menghampiri benda tersebut dan perlahan Meylisa membuka kelambu itu.Ternyata itu adalah piano yang dimaksud oleh papa.Sebuah piano dengan ukuran yang cukup besar berwarna putih susu membuat Meylisa yang mulanya murung menjadi  lebih semangat pagi ini.
       Meylisa mencoba untuk mengangkatnya sendiri namun berkali kali dia mencoba tetap saja gagal.Akhirnya dia menyerah pada kekuatan dari piano itu.Seraya berkata “mbak Anung bantuin meylisa ngangkat piano papa dong….!”.Suaranya begitu keras sampai terdengar ke ruang keluarga yang di situ terdapat papa yang sedang membaca.Namun mbak Anung tak menyaut sehingga Meylisa berteriak kembali dengan kata yang sama berulang ulang.Akhirnya yang menyaut malah papanya, “Iya ,iya sini biar papa yang membantu kamu untuk memindahkan piano itu” sambil berjalan menuju gudang.Sesampainya di gudang papa langsung mengambil posisi dan bersiap memindahkan piano itu bersama Meylisa.Di bawanya piano itu ke ruang tengah.Setelah sampai Meylisa memainkan piano dengan sepenuh hati.Papa berkata “papa bangga sama Meylisa tak sia sia papa ngelesin kamu di bidang musik.Tampaknya anak papa satu ini akan jadi pianist muda hebat nanti, namun mungkin papa tak di sampingmu lagi nak”.Meylisa tampak bingung menanggapi perkataan papanya itu.Mereka bermain piano bersama sama untuk pertama kalinya.Namun ketika Meylisa beranjak dari sana papa melantunkan sebuah lagu yang teramat sedih sampai sampai membuat Meylisa meneteskan air mata.Tanpa disadar jam berdentang menunjukan pukul 2 siang saja.Meylisa bergegas untuk tidur siang.Ketika Meylisa sudah terlelap papa masuk ke kamar Meylisa dan membisikan “Nak ,baik baik di dunia ya papa akan menjagamu dari atas sana”.Tak lama kemudian setelah papa keluar mama masuk ke kamar Meylisa dan anehnya mama pun membisikan kata yang hampir sama dengan papa “Nak,baik baik di dunia ya jika ajal menjemput mama kamu harus kuat mama akan selalu menjagamu dari atas sana”. Meylisa juga bermimpi papa dan mama menghampirinya dan berpesan agar Meylisa  menjaga dirinya baik baik.Setelah itu papa dan mamanya pergi menjauhi Meylisa.Dan akhirnya Meylisa terbangun dari mimpi buruknya. Lalu Meylisa bergegas mandi dan bersiap untuk makan malam yang telah siap di meja makan.Meylisa tak bercerita tentang mimpinya terhadap papa dan mamanya.Papa mennyampaikan keinginannya untuk berlibur ke Bandung.Dan di setujui oleh semua walaupun perasaan Meylisa sedikit tidak enak.Akhirnya Meylisa pergi ke kamar dan belajar walaupun masih ada rasa kekhawatiran di dalam hatinya.Halaman demi halaman buku di buka dan di bacanya satu per satu dengan penuh ketelitian serta keseriusan.Tidak terasa jam menunjukan pukul 09.00.Meylisa keluar dari kamarnya dan berkumpul di ruang keluarga.Dia tampak begitu gelisah,namun Meylisa berusaha menyembunyikannya.Namun apa daya dia tetap memikirkannya.Karena selalu memikirkan masalah itu sampai sampai masalah itu   terbawa kemimpi.Jam berdentang menunjukan pukul 10.00.Namun Meylisa belum kunjung tidur.Kini yang ada di pikirannya hanya masalah kepergiannya ke Bandung itu.Rasanya masalah ini makin rumit saja.Taku,takut,dan takut serta bimbang,bimbang dan bimbang yang ada dalam benaknya.Semakin kesini rasa takut itu semakin bertambah.”Selalu bikin pusing saja mama sama papa itu”,kata Meylisa.Nampaknya Meylisa benar-benar bingung akan semua yang dia alami.Detik demi detik terus berlalu,namun tetap saja Meylisa belum tidur.”Kayaknya aku terkena virus galau dech.Aku di hadapkan pada dua pilihan,ech gak ada pilihan sih,semua bikin pusing......”,teriak Meylisa.Tiba-tiba mama datang menghampiri.Jam segini kok belum tidur sayang?????”,tanya mama.”Belum ma,rasanya aku terkena virus galau”.”Kenapa harus bingung??????”,kata mama.”Kenapa harus pergi ke Bandung sih ma?????,jujur ya ma aku punya firasat yang gak begitu bagus”.Namun hanya tersenyum sambil berlalu.Meylisa tampak begitu gelisah.Meylisa berkata “Penasaran pada hari esok,aku harus bilang sama Hani”.Akhirnya Meylisalelah dan akhirnya tertidur pulas.Namun rasa takut itu selalu menghantui tidurnya.Dalam mimpinya ia merasa bertemu dengan sesseorang entah siapa yang membuat Meylisa begitu  ketakutan,sampai-sampai Meylisa teriak-teriak.Seseorang yang ada dalam mimpinya itu benar-benar menyeramkan,tinggi,berjenggot lebat panjang,menggunakan jubah berwarna hitam.Orang itu berkata “Berhati-hatilah dalam setiap langkahmu,karena mungkin kamu  akan kehilangan orang yang sangat kamu  sayangi.Tabahlah dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini”.Dalam mimpi itu Meylisa berkata “Semua tak akan terjadi,tidak mungkin,tidak mungkin.,tidak!!!!!!!!”.Dan akhirnya Meylisa pun terbangun dari tidur yang menakutkaan itu sambil teriak.Nafas Meylisa nampak masih terengah-engah.Raut muka Meylisa sangat bingung dan sangat ketakutan.Namun akhirnya Meylisa tertidur kembali dan kembali masuk dalam mimpi yang lain.Namun tak terduga orang itu kembali muncul da membuat takut Meylisa dan kembali terbangun dan akhirnya Meylisa memutuskan untuk tidur bersama mamanya.Akhirnya Meylisa tertidur dengan lelapnya.

bersambung . . .



No comments:

Post a Comment