Hari ini betul betul mendung . Pagi yang seharusnya cerah
ceria,penuh dengan tawa dari Meylisa.Sekarang jadi sangat sunyi.Hari makin
mendung saja.Tak lama setelah itu turunlah hujan .Meylisa tampak murung karena
seharusnya hari ini dia bertemu dangan teman teman di tempat les musiknya,tapi
sekarang jadi tak bisa bertemu karena
hujan yang begitu deras.Meylisa hanya terdiam murung dalam kamarnya.tak
melakukan apa apa. Meylisa mulai bosan.Lalu dia melaksanakan shalat dhuha dan
keluar dari kamar menghampiri papanya
yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran.
Papanya menyarankan agar Meylisa
memainkan piano peninggalan kakeknya. Meylisa tampak bingung menanggapi
perkataan papanya itu ,setahu Meylisa di rumah tak ada piano. Akhirnya papa menerangkan
pada Meylisa bahwa sesungguhnya kakek Meylisa mewariskan pada papanya itu
sebuah piano.Lalu Meylisa menanyakan keberadaan piano itu .Papa mengatakan
bahwa piano itu ada di dalam gudang.Meylisa langsung bergegas menuju gudang di
iringi senyum dari papanya itu.
Sesampainya di gudang itu Meylisa
melihat sebuah benda yang cukup besar
tertutup oleh kain kelambu berwarna putih di hadapannya.Dia merasa
penasaran dan langsung menghampiri benda tersebut dan perlahan Meylisa membuka
kelambu itu.Ternyata itu adalah piano yang dimaksud oleh papa.Sebuah piano
dengan ukuran yang cukup besar berwarna putih susu membuat Meylisa yang mulanya
murung menjadi lebih semangat pagi ini.
Meylisa mencoba untuk mengangkatnya
sendiri namun berkali kali dia mencoba tetap saja gagal.Akhirnya dia menyerah
pada kekuatan dari piano itu.Seraya berkata “mbak Anung bantuin meylisa
ngangkat piano papa dong….!”.Suaranya begitu keras sampai terdengar ke ruang
keluarga yang di situ terdapat papa yang sedang membaca.Namun mbak Anung tak
menyaut sehingga Meylisa berteriak kembali dengan kata yang sama berulang
ulang.Akhirnya yang menyaut malah papanya, “Iya ,iya sini biar papa yang
membantu kamu untuk memindahkan piano itu” sambil berjalan menuju gudang.Sesampainya
di gudang papa langsung mengambil posisi dan bersiap memindahkan piano itu
bersama Meylisa.Di bawanya piano itu ke ruang tengah.Setelah sampai Meylisa
memainkan piano dengan sepenuh hati.Papa berkata “papa bangga sama Meylisa tak
sia sia papa ngelesin kamu di bidang musik.Tampaknya anak papa satu ini akan
jadi pianist muda hebat nanti, namun mungkin papa tak di sampingmu lagi
nak”.Meylisa tampak bingung menanggapi perkataan papanya itu.Mereka bermain
piano bersama sama untuk pertama kalinya.Namun ketika Meylisa beranjak dari
sana papa melantunkan sebuah lagu yang teramat sedih sampai sampai membuat
Meylisa meneteskan air mata.Tanpa disadar jam berdentang menunjukan pukul 2
siang saja.Meylisa bergegas untuk tidur siang.Ketika Meylisa sudah terlelap
papa masuk ke kamar Meylisa dan membisikan “Nak ,baik baik di dunia ya papa
akan menjagamu dari atas sana”.Tak lama kemudian setelah papa keluar mama masuk
ke kamar Meylisa dan anehnya mama pun membisikan kata yang hampir sama dengan
papa “Nak,baik baik di dunia ya jika ajal menjemput mama kamu harus kuat mama
akan selalu menjagamu dari atas sana”. Meylisa juga bermimpi papa dan mama
menghampirinya dan berpesan agar Meylisa
menjaga dirinya baik baik.Setelah itu papa dan mamanya pergi menjauhi
Meylisa.Dan akhirnya Meylisa terbangun dari mimpi buruknya. Lalu Meylisa
bergegas mandi dan bersiap untuk makan malam yang telah siap di meja
makan.Meylisa tak bercerita tentang mimpinya terhadap papa dan mamanya.Papa
mennyampaikan keinginannya untuk berlibur ke Bandung.Dan di setujui oleh semua
walaupun perasaan Meylisa sedikit tidak enak.Akhirnya Meylisa pergi ke kamar
dan belajar walaupun masih ada rasa kekhawatiran di dalam hatinya.Halaman demi
halaman buku di buka dan di bacanya satu per satu dengan penuh ketelitian serta
keseriusan.Tidak terasa jam menunjukan pukul 09.00.Meylisa keluar dari kamarnya
dan berkumpul di ruang keluarga.Dia tampak begitu gelisah,namun Meylisa
berusaha menyembunyikannya.Namun apa daya dia tetap memikirkannya.Karena selalu
memikirkan masalah itu sampai sampai masalah itu terbawa kemimpi.Jam berdentang menunjukan
pukul 10.00.Namun Meylisa belum kunjung tidur.Kini yang ada di pikirannya hanya
masalah kepergiannya ke Bandung itu.Rasanya masalah ini makin rumit
saja.Taku,takut,dan takut serta bimbang,bimbang dan bimbang yang ada dalam
benaknya.Semakin kesini rasa takut itu semakin bertambah.”Selalu bikin pusing
saja mama sama papa itu”,kata Meylisa.Nampaknya Meylisa benar-benar bingung
akan semua yang dia alami.Detik demi detik terus berlalu,namun tetap saja
Meylisa belum tidur.”Kayaknya aku terkena virus galau dech.Aku di hadapkan pada
dua pilihan,ech gak ada pilihan sih,semua bikin pusing......”,teriak
Meylisa.Tiba-tiba mama datang menghampiri.Jam segini kok belum tidur
sayang?????”,tanya mama.”Belum ma,rasanya aku terkena virus galau”.”Kenapa
harus bingung??????”,kata mama.”Kenapa harus pergi ke Bandung sih ma?????,jujur
ya ma aku punya firasat yang gak begitu bagus”.Namun hanya tersenyum sambil
berlalu.Meylisa tampak begitu gelisah.Meylisa berkata “Penasaran pada hari
esok,aku harus bilang sama Hani”.Akhirnya Meylisalelah dan akhirnya tertidur
pulas.Namun rasa takut itu selalu menghantui tidurnya.Dalam mimpinya ia merasa
bertemu dengan sesseorang entah siapa yang membuat Meylisa begitu ketakutan,sampai-sampai Meylisa
teriak-teriak.Seseorang yang ada dalam mimpinya itu benar-benar
menyeramkan,tinggi,berjenggot lebat panjang,menggunakan jubah berwarna
hitam.Orang itu berkata “Berhati-hatilah dalam setiap langkahmu,karena mungkin
kamu akan kehilangan orang yang sangat
kamu sayangi.Tabahlah dalam menghadapi
cobaan yang sangat berat ini”.Dalam mimpi itu Meylisa berkata “Semua tak akan
terjadi,tidak mungkin,tidak mungkin.,tidak!!!!!!!!”.Dan akhirnya Meylisa pun
terbangun dari tidur yang menakutkaan itu sambil teriak.Nafas Meylisa nampak
masih terengah-engah.Raut muka Meylisa sangat bingung dan sangat ketakutan.Namun
akhirnya Meylisa tertidur kembali dan kembali masuk dalam mimpi yang lain.Namun
tak terduga orang itu kembali muncul da membuat takut Meylisa dan kembali
terbangun dan akhirnya Meylisa memutuskan untuk tidur bersama mamanya.Akhirnya
Meylisa tertidur dengan lelapnya.
bersambung . . .
No comments:
Post a Comment