Tuesday, 27 August 2013

One Direction^^*


Maddi Jane's videos


Remembering atau nostalgia bahkan sama

Berawal dari sepedaku yang selalu nganterin aku kemana mana. Ini udah malem, berpikir bakalan kesepian. Ak buka jendela kamarku tepatnya di sebelah timur. Menghadap rumah pakdeku-_-). Sungguh bukan pemandangan yang ku inginkan, tapi tunggu lihat deh ke atas. Ada satu bintang ya walaupun kagak begitu terang:P. Pas aku cermati ada banyak bintang si sekitar bintang itu, sedikit menghibur^^)/. Dan baru keinget tentang pr,tidur,sekola,dan pulang. Baru sore tadi aku berangkat dengan sepedaku itu-_-). Eh dipanggil sama temenku dan cerita tentang orang yang pernah aku suka ,dan mungkin sekarang juga masih. Dan "what" ada "statement" yang bikin aku kaget ya masih dalam kutipan  about "love". And then aku jadi keinget kamu, kamu yang disana ngerasa gag-_-)? Dan sekarang i want to tell " i miss you so much..^^)*" Mu***

Monday, 26 August 2013

Whats wrong with them?


Dikalangan remaja, suka sama siapa adalah hak mereka. Entah dengan siapa terserah mereka. Tak pandang bulu dalam "love". Tapi yang jelas kebanyakan sih ya, mereka itu milih milih. Mungkin termasuk kalian "reader" or not. Milih milih itu bukan ganjalan buat mereka. Sebenernya juga yang paling dicari itu , kemistri kan? Apa itu kah yang kalian cari? Banyak juga yang cari itu dalam suatu hubungan, tapi masalah 'tampang' juga jadi prioritas cewek sekarang. Seperti itu kah? Ehm kayaknya jadi remaja bener bener harus waspada deh ya. Masalah 'tampang' diperioritaskan? HHah yang bener aja tampang oke tapi hidup lempeng, mau? Sangat jelas kalo punya cowok kaya gitu biasanya sih hubungannya bisa 'nggantung' Isn't it? Whats wrong with them? Sampe mereka harus dibutakan oleh "love". Emangnya kalian tau about "love". Cari tau? Atau mau diem diri tanpa tau apapun? Itu artinya Nothing.
Yang tau about "love" bisa comment~

Sunday, 25 August 2013

Antara cerita petualangan


Lanjutan~

       Jam berdentang pukul 04.30.Pagi telah menyapa,Meylisa sudah terbangun dari tidurnya itu.Dia bersiap untuk mandi.Setelah selesai mandi dia langsung bersiap untuk sarapan.Di meja makan dia telah di tunggu oleh mama dan papanya.Sebenarnya Meylisa agak malas untuk sarapan karena,dia berpikiran pasti papanya akan membicarakan tentang pemikiran pergi ke Bandung.
       Tak lama setelah makan,ternyata papanya menanyakan tentang idenya pergi ke Bandung.Meylisa berkata dalam hati “Benarkan apa kataku,males sarapan jadinya.Kenapa sihhh harus ke Bandung nenek kan juga pasti ngerti kalau aku gak bisa ikut,tapi papa maksa terus lagi pula aku kan harus sekolah”.”Kenapa sih pa????,harus ke Bandung segala.Aku harus sekolah papa”,tanya Meylisa pada papanya.”Papa hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian sebelum papa pergi”,jawab papa.”Maksud papa apa????”,Meylisa kembali melontarkan pertanyaan kepada papanya itu.”Suatu saat kamu juga pasti akan mengerti”.”Mey,kamu sudah selesai kan????.Ayo kita cepat berangkat jangan sampai kita terlambat”.Dengan penuh kesal dalam hati dia tetap berangkat ke sekolah.Sampai di sekolah dia langsung menuju ke kelas.
       Dia duduk di samping Rafa sahabatnya.Meylisa mulai menceritakan mimpi-mimpinya semalam yang membuat dia ketakutan setengah mati.Rafa terheran-heran dan tertawa sambil bekata “Kayak gitu aja dipikirin.Jangan bingung-bingung lah...”.”Kamu gak tau sih Raf,betapa tersiksanya aku semalam.Ada laki-laki yang datang dan masuk ke dalam  mimpiiku,ehmmm seremnya”.Tapi Rafa hanya menanggapi sebatas cerita saja bukannya malah memeberi solusi bagi Meylisa.
       Anehnya Rafa terlihat tidak percaya.Kring........,bel masuk telah terdengar merek berdua bergegas untuk jam pertama yaitu pelajaran Pak Jordan.Pak Jordan adalah guru TIK di sekolah Meylisa.Suara sepatu mulai terdengar di depan kelas mereka segera memberi hormat pada guru yang terkenal ramah itu.Pak Jordan mengucap salam.Katanya pelajaran kali ini mereka akan belajar tentang internet.
       Mereka tampak malas karena seperti yang kita ketahui internet itu sudah terkenal.Makanya mereka tampak m,alas sekali belajar kali ini ,namun kali ini Pak Jordan tidak mengajar di kelas ataupun di lab.Tetapi beliau mengajak anak didiknya belajar di luar sekolah dan melakukan beberapa kunjungan di berbagai tempat.Karena itu Pak Jordan berhasil mencairkan suasana di kelas itu.Mereka beregegas untuk berangkat menuju beberapa tempat yang telah direncanakan dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh Pak Jorda atas bantuan Pak Safiq kawannya.
       Namun tiba-tiba Meylisa teringat pada papanya.Meylisa berfikir dia dan teman-temannya belum meminta izin pada orang tua mereka.Lalu dia mengatakannya pada Rafa sahabatnya.”Fa kita kan belum izin pada mama dan papa kita.Terus nanti gimana kalu kita dimarahin ?”,kata Meylisa.Rafa termanung memikirkannya dan menjawab “Iya juga.Terus nanti gimana ya kita pulangnya? Mereka pasti khawatir sama keadaan kita,”.Mereka berdua masih termenung memikirkan itu sedangkan teman-teman sudah mulai masuk bis.
       Pak Jordan memanggil mereka berdua , “Meylisa,Rafa ayo cepat masuk bis ! Teman-teman sudah menunggu,”.Dengan langkah yang cukup pelan mereka bergegas menuju bis.Mereka mengatakan kepada Pak Jordan apa yang mereka pikirkan.Pak Jordan hanya menanggapi mereka dengan senyum manis bagai cokelat.Itu membuat hati Mey dan Rafa jadi sedikit lega.Paling tidak mereka merasa ada yang melindungi.Akhirnya mereka berangkat dengan bis Argo Raya.Pak Jordan telah meminta izin kepala sekolah tiga hari yang lalu ini telah direncanakan ternyata.Hanya saja anak-anak tidak tahu menahu tentang rencana ini.
       Di perjalanan Mereka semua tertidur kecuali Rafa.Pak Jordan datang menghampiri Rafa dan berkata “Rafa,mengapa kamu kamu tidak tidur ?”kata Pak Jordan.Sebenarnya Rafa agak malas menjawab pertanyaan Pak Jordan tetapi kalu tidak dijawab dia juga meresa tidak enak dengannya.”Tidak apa-apa pak,saya hanya merasa tidak enak”. 

bersambung . . .

Saturday, 24 August 2013

Narsis ya-__-)








Terhapus Mendung

       Hari ini betul  betul mendung . Pagi yang seharusnya cerah ceria,penuh dengan tawa dari Meylisa.Sekarang jadi sangat sunyi.Hari makin mendung saja.Tak lama setelah itu turunlah hujan .Meylisa tampak murung karena seharusnya hari ini dia bertemu dangan teman teman di tempat les musiknya,tapi sekarang jadi tak bisa  bertemu karena hujan yang begitu deras.Meylisa hanya terdiam murung dalam kamarnya.tak melakukan apa apa. Meylisa mulai bosan.Lalu dia melaksanakan shalat dhuha dan keluar dari kamar menghampiri  papanya yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran.
       Papanya menyarankan agar Meylisa memainkan piano peninggalan kakeknya. Meylisa tampak bingung menanggapi perkataan papanya itu ,setahu Meylisa di rumah tak ada piano. Akhirnya papa menerangkan pada Meylisa bahwa sesungguhnya kakek Meylisa mewariskan pada papanya itu sebuah piano.Lalu Meylisa menanyakan keberadaan piano itu .Papa mengatakan bahwa piano itu ada di dalam gudang.Meylisa langsung bergegas menuju gudang di iringi senyum dari papanya itu.
       Sesampainya di gudang itu Meylisa melihat sebuah benda yang cukup besar  tertutup oleh kain kelambu berwarna putih di hadapannya.Dia merasa penasaran dan langsung menghampiri benda tersebut dan perlahan Meylisa membuka kelambu itu.Ternyata itu adalah piano yang dimaksud oleh papa.Sebuah piano dengan ukuran yang cukup besar berwarna putih susu membuat Meylisa yang mulanya murung menjadi  lebih semangat pagi ini.
       Meylisa mencoba untuk mengangkatnya sendiri namun berkali kali dia mencoba tetap saja gagal.Akhirnya dia menyerah pada kekuatan dari piano itu.Seraya berkata “mbak Anung bantuin meylisa ngangkat piano papa dong….!”.Suaranya begitu keras sampai terdengar ke ruang keluarga yang di situ terdapat papa yang sedang membaca.Namun mbak Anung tak menyaut sehingga Meylisa berteriak kembali dengan kata yang sama berulang ulang.Akhirnya yang menyaut malah papanya, “Iya ,iya sini biar papa yang membantu kamu untuk memindahkan piano itu” sambil berjalan menuju gudang.Sesampainya di gudang papa langsung mengambil posisi dan bersiap memindahkan piano itu bersama Meylisa.Di bawanya piano itu ke ruang tengah.Setelah sampai Meylisa memainkan piano dengan sepenuh hati.Papa berkata “papa bangga sama Meylisa tak sia sia papa ngelesin kamu di bidang musik.Tampaknya anak papa satu ini akan jadi pianist muda hebat nanti, namun mungkin papa tak di sampingmu lagi nak”.Meylisa tampak bingung menanggapi perkataan papanya itu.Mereka bermain piano bersama sama untuk pertama kalinya.Namun ketika Meylisa beranjak dari sana papa melantunkan sebuah lagu yang teramat sedih sampai sampai membuat Meylisa meneteskan air mata.Tanpa disadar jam berdentang menunjukan pukul 2 siang saja.Meylisa bergegas untuk tidur siang.Ketika Meylisa sudah terlelap papa masuk ke kamar Meylisa dan membisikan “Nak ,baik baik di dunia ya papa akan menjagamu dari atas sana”.Tak lama kemudian setelah papa keluar mama masuk ke kamar Meylisa dan anehnya mama pun membisikan kata yang hampir sama dengan papa “Nak,baik baik di dunia ya jika ajal menjemput mama kamu harus kuat mama akan selalu menjagamu dari atas sana”. Meylisa juga bermimpi papa dan mama menghampirinya dan berpesan agar Meylisa  menjaga dirinya baik baik.Setelah itu papa dan mamanya pergi menjauhi Meylisa.Dan akhirnya Meylisa terbangun dari mimpi buruknya. Lalu Meylisa bergegas mandi dan bersiap untuk makan malam yang telah siap di meja makan.Meylisa tak bercerita tentang mimpinya terhadap papa dan mamanya.Papa mennyampaikan keinginannya untuk berlibur ke Bandung.Dan di setujui oleh semua walaupun perasaan Meylisa sedikit tidak enak.Akhirnya Meylisa pergi ke kamar dan belajar walaupun masih ada rasa kekhawatiran di dalam hatinya.Halaman demi halaman buku di buka dan di bacanya satu per satu dengan penuh ketelitian serta keseriusan.Tidak terasa jam menunjukan pukul 09.00.Meylisa keluar dari kamarnya dan berkumpul di ruang keluarga.Dia tampak begitu gelisah,namun Meylisa berusaha menyembunyikannya.Namun apa daya dia tetap memikirkannya.Karena selalu memikirkan masalah itu sampai sampai masalah itu   terbawa kemimpi.Jam berdentang menunjukan pukul 10.00.Namun Meylisa belum kunjung tidur.Kini yang ada di pikirannya hanya masalah kepergiannya ke Bandung itu.Rasanya masalah ini makin rumit saja.Taku,takut,dan takut serta bimbang,bimbang dan bimbang yang ada dalam benaknya.Semakin kesini rasa takut itu semakin bertambah.”Selalu bikin pusing saja mama sama papa itu”,kata Meylisa.Nampaknya Meylisa benar-benar bingung akan semua yang dia alami.Detik demi detik terus berlalu,namun tetap saja Meylisa belum tidur.”Kayaknya aku terkena virus galau dech.Aku di hadapkan pada dua pilihan,ech gak ada pilihan sih,semua bikin pusing......”,teriak Meylisa.Tiba-tiba mama datang menghampiri.Jam segini kok belum tidur sayang?????”,tanya mama.”Belum ma,rasanya aku terkena virus galau”.”Kenapa harus bingung??????”,kata mama.”Kenapa harus pergi ke Bandung sih ma?????,jujur ya ma aku punya firasat yang gak begitu bagus”.Namun hanya tersenyum sambil berlalu.Meylisa tampak begitu gelisah.Meylisa berkata “Penasaran pada hari esok,aku harus bilang sama Hani”.Akhirnya Meylisalelah dan akhirnya tertidur pulas.Namun rasa takut itu selalu menghantui tidurnya.Dalam mimpinya ia merasa bertemu dengan sesseorang entah siapa yang membuat Meylisa begitu  ketakutan,sampai-sampai Meylisa teriak-teriak.Seseorang yang ada dalam mimpinya itu benar-benar menyeramkan,tinggi,berjenggot lebat panjang,menggunakan jubah berwarna hitam.Orang itu berkata “Berhati-hatilah dalam setiap langkahmu,karena mungkin kamu  akan kehilangan orang yang sangat kamu  sayangi.Tabahlah dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini”.Dalam mimpi itu Meylisa berkata “Semua tak akan terjadi,tidak mungkin,tidak mungkin.,tidak!!!!!!!!”.Dan akhirnya Meylisa pun terbangun dari tidur yang menakutkaan itu sambil teriak.Nafas Meylisa nampak masih terengah-engah.Raut muka Meylisa sangat bingung dan sangat ketakutan.Namun akhirnya Meylisa tertidur kembali dan kembali masuk dalam mimpi yang lain.Namun tak terduga orang itu kembali muncul da membuat takut Meylisa dan kembali terbangun dan akhirnya Meylisa memutuskan untuk tidur bersama mamanya.Akhirnya Meylisa tertidur dengan lelapnya.

bersambung . . .



Kenyataannya emang gitu kok


       Kehidupan remaja yang ditelusuri sih banyaknya tentang "love". Padahal kayak kita tau kalau sebenernya remaja belum terlalu ngerti apa itu "love". Ya kayak aku gini, tapi kenyataannya emang gitu kok. Gag tau berapa persen soalnya emang berpersen persen sih. Sampe' kagak ngerti ukurannya lebih tepatnya takaran sih. Nah awalnya mereka cuma saling pandang aja. Berlanjut dengan minta pin atau nomer hp. Sms atau bbman dan berlanjut dengan sok curhat. Dan akhirnya nembak. Itu penelusuran aku.  Tapi semua itu biasanya kagak berujung baik. Ya biasanya sih berakhir dengan kata "end". Dan hapus semua contact. Dan cari gebetan baru. Isn't it?? Sayangnya banyak yang protes kalo dibilang gonta ganti cewek/cowok. Padahal emang gitu kan? Itu takdirnya remaja, jadi wajar lah. Kita itu lagi dalam masa penjajakan, jadi ya gini deh. How about you?

My Best Friend

My Best Friend
Today I found a friend,
Who knew everything I felt.
She knew my every weakness,
And the problems I've been dealt.
She understood my wonders,
And listened to my dreams.
She listened to how I felt about life and love,
And knew what it all means.
Not once did she interrupt me,
Or tell me I was wrong.
She understood what I was going through,
And promised she'd stay long
I reached out to this friend
To show her that i care
To pull her close and let her know
How much I need her there
I went to hold her hand
To pull her a bit nearer
And realized that this perfect friend I found
Was nothing but my mirror.