Lanjutan~
Jam berdentang pukul 04.30.Pagi telah
menyapa,Meylisa sudah terbangun dari tidurnya itu.Dia bersiap untuk
mandi.Setelah selesai mandi dia langsung bersiap untuk sarapan.Di meja makan
dia telah di tunggu oleh mama dan papanya.Sebenarnya Meylisa agak malas untuk
sarapan karena,dia berpikiran pasti papanya akan membicarakan tentang pemikiran
pergi ke Bandung.
Tak lama setelah makan,ternyata papanya
menanyakan tentang idenya pergi ke Bandung.Meylisa berkata dalam hati “Benarkan
apa kataku,males sarapan jadinya.Kenapa sihhh harus ke Bandung nenek kan juga
pasti ngerti kalau aku gak bisa ikut,tapi papa maksa terus lagi pula aku kan
harus sekolah”.”Kenapa sih pa????,harus ke Bandung segala.Aku harus sekolah
papa”,tanya Meylisa pada papanya.”Papa hanya ingin menghabiskan waktu bersama
kalian sebelum papa pergi”,jawab papa.”Maksud papa apa????”,Meylisa kembali
melontarkan pertanyaan kepada papanya itu.”Suatu saat kamu juga pasti akan
mengerti”.”Mey,kamu sudah selesai kan????.Ayo kita cepat berangkat jangan
sampai kita terlambat”.Dengan penuh kesal dalam hati dia tetap berangkat ke
sekolah.Sampai di sekolah dia langsung menuju ke kelas.
Dia duduk di samping Rafa
sahabatnya.Meylisa mulai menceritakan mimpi-mimpinya semalam yang membuat dia
ketakutan setengah mati.Rafa terheran-heran dan tertawa sambil bekata “Kayak
gitu aja dipikirin.Jangan bingung-bingung lah...”.”Kamu gak tau sih Raf,betapa
tersiksanya aku semalam.Ada laki-laki yang datang dan masuk ke dalam mimpiiku,ehmmm seremnya”.Tapi Rafa hanya
menanggapi sebatas cerita saja bukannya malah memeberi solusi bagi Meylisa.
Anehnya Rafa terlihat tidak
percaya.Kring........,bel masuk telah terdengar merek berdua bergegas untuk jam
pertama yaitu pelajaran Pak Jordan.Pak Jordan adalah guru TIK di sekolah
Meylisa.Suara sepatu mulai terdengar di depan kelas mereka segera memberi
hormat pada guru yang terkenal ramah itu.Pak Jordan mengucap salam.Katanya
pelajaran kali ini mereka akan belajar tentang internet.
Mereka tampak malas karena seperti yang
kita ketahui internet itu sudah terkenal.Makanya mereka tampak m,alas sekali
belajar kali ini ,namun kali ini Pak Jordan tidak mengajar di kelas ataupun di
lab.Tetapi beliau mengajak anak didiknya belajar di luar sekolah dan melakukan
beberapa kunjungan di berbagai tempat.Karena itu Pak Jordan berhasil mencairkan
suasana di kelas itu.Mereka beregegas untuk berangkat menuju beberapa tempat
yang telah direncanakan dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh Pak
Jorda atas bantuan Pak Safiq kawannya.
Namun tiba-tiba Meylisa teringat pada
papanya.Meylisa berfikir dia dan teman-temannya belum meminta izin pada orang
tua mereka.Lalu dia mengatakannya pada Rafa sahabatnya.”Fa kita kan belum izin
pada mama dan papa kita.Terus nanti gimana kalu kita dimarahin ?”,kata
Meylisa.Rafa termanung memikirkannya dan menjawab “Iya juga.Terus nanti gimana
ya kita pulangnya? Mereka pasti khawatir sama keadaan kita,”.Mereka berdua
masih termenung memikirkan itu sedangkan teman-teman sudah mulai masuk bis.
Pak Jordan memanggil mereka berdua ,
“Meylisa,Rafa ayo cepat masuk bis ! Teman-teman sudah menunggu,”.Dengan langkah
yang cukup pelan mereka bergegas menuju bis.Mereka mengatakan kepada Pak Jordan
apa yang mereka pikirkan.Pak Jordan hanya menanggapi mereka dengan senyum manis
bagai cokelat.Itu membuat hati Mey dan Rafa jadi sedikit lega.Paling tidak
mereka merasa ada yang melindungi.Akhirnya mereka berangkat dengan bis Argo
Raya.Pak Jordan telah meminta izin kepala sekolah tiga hari yang lalu ini telah
direncanakan ternyata.Hanya saja anak-anak tidak tahu menahu tentang rencana
ini.
Di perjalanan Mereka semua tertidur
kecuali Rafa.Pak Jordan datang menghampiri Rafa dan berkata “Rafa,mengapa kamu
kamu tidak tidur ?”kata Pak Jordan.Sebenarnya Rafa agak malas menjawab
pertanyaan Pak Jordan tetapi kalu tidak dijawab dia juga meresa tidak enak
dengannya.”Tidak apa-apa pak,saya hanya merasa tidak enak”.
bersambung . . .
No comments:
Post a Comment